Kamis, 25 Desember 2008

Tips mencegah keringat buntet pada balita

Balita sering kali mengalami gatal-gatal yang disebabkan keringat buntet. Ada suatu cara untuk mencegah keadaan ini yaitu dengan merebus beberapa helai daun jambu klutuk/jambu biji dengan air dan kemudian dicampurkan pada air yang akan dipakai mandi oleh balita anda. Pemakaian air jambu ini hendaknya dilakukan sesering mungkin apalagi bila balita anda adalah tipe balita yang aktif, mudah berkeringat dan sering mengeluh badannya gatal-gatal. Mudah-mudahan tips ini berguna.

Jumat, 21 November 2008

Disiplin berawal dari kebiasaan

Sebagai orang tua tentu ingin sekali memiliki anak yang disiplin, tapi bingung bagaimana menerapkannya ke anak. Disiplin tidaklah selamanya identik dengan kemarahan, bentakan ya tergantung bagaimana pendekatan yang orang tua berikan. Kalau penerapan disiplin dengan gaya militer bagaimana hasilnya nanti?

Mengajari anak disiplin bisa melalui kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua mengharuskan anak cuci kaki dan menyikat gigi sebelum tidur, yang kita inginkan bukannya semata-mata gigi anak akan bagus nantinya atau kaki anak akan bersih, karena ini adalah tujuan jangka pendeknya, tapi yang kita inginkan adalah bagaimana anak ini memandang hidupnya di masa depan, yang membuat masa depannya hitam atau putih adalah anak sendiri, orang tua hanya mengarahkan dan bukan memaksakan.

Mulailah menerapkan disiplin dengan kebiasaan, jika sudah menjadi kebiasaan maka anak akan merasa ada yang kurang jika tidak melakukannya. Hilangkan image bahwa disiplin identik dengan bentakan dan paksaan tapi dengan kebiasaan lambat laun akan timbul kesadaran sendiri untuk menerapkan kebiasaan yang telah dikerjakan. Dari kebiasaan ini akan terbentuk pola pikir dan bagaimana si anak memandang hidupnya.

Kamis, 28 Agustus 2008

Mengajarkan Anak Mengendalikan Emosi

Bulan suci Ramadhan identik dengan pengendalian diri. Mulai dari menahan diri terhadap makanan, minuman hingga amarah. Momen itu sangat tepat mengajarkan anak mengenai emosi dan pengendalian diri.

Peneliti dari Univesitas Pennsylvania, Amerika Serikat Cynthia Stifter Ph.D, menyebutkan dua ciri pengendalian diri pada anak.

Pertama, kemampuan untuk mengendalikan dorongan-dorongan melakukan sesuatu dan mengendalikan keinginan akan sesuatu. Kedua, kemampuan anak mematuhi norma sosial tanpa pengawasan. Kedua hal itu dilakukan karena adanya kerelaan.

Dalam penelitannya, Stifter mengungkap, kemampuan mengendalikan diri pada anak membentuk fleksibilitas dalam beradaptasi dengan berbagai situasi.

Pengendalian diri, yang termasuk di dalamnya menunda kepuasan, berkaitan dengan prestasi belajar anak di sekolah dan pergaulan.

Konsultan pendidikan dari Amerika dan penulis buku Building Moral Intelligence: The Seven Essential Virtues That Teach Kids to Do the Right Thing, Dr. Michele Borba mengatakan, pengendalian diri merupakan salah satu aspek kecerdasan moral. Disamping aspek lain seperti menolong orang lain dan berempati.

“Dalam penelitian saya lebih dari duapuluh tahun ini, anak-anak muda yang melakukan kejahatan sangat kurang cerdas dalam hal moralitas,” ujar Borba.

Stifter menambahkan, keterampilan mengendalikan diri berkembang melalui tiga fase. Fase pertama, yaitu sampai anak berusia sekitar 18 bulan, disebut fase kontrol. Anak-anak usia itu perilakunya masih dikendalikan dari luar, oleh orang dewasa di sekitarnya.

Fase kedua, disebut fase pengendalian diri (self control), ditandai dengan kesadaran anak melakukan kewajiban tanpa pengawasan. Fase ketiga atau yang terakhir, adalah kemampuan anak menyesuaikan dan mengatur diri dalam berbagai kondisi.

Dia menuturkan, pengendalian diri dapat dilatihkan pada anak-anak sejak usia bawah lima tahun (balita). Misalnya, anak usia empat tahun dapat dilatih memahami isi pembicaraan orang lain. Saat dia menginginkan sesuatu, ajak anak berpikir apakah keinginannya itu hanya keinginan sesaat, ataukah kebutuhan jangka panjang.

Tips Mendukung Perkembangan Emosi Anak

Buah hati Anda butuh dukungan bagi perkembangan emosinya. Ada beberapa prinsip yang perlu diketahui orang tua untuk mengembangkan emosi anak, antara lain:

* Tetapkan waktu bermain setiap hari dengan anak. Beri kesempatan pada anak untuk menentukan apa yang ingin dia lakukan bersama Anda.
* Luangkan waktu untuk memecahkan masalah bersama anak. Ketika dia merasa sedih karena tidak diajak bermain oleh temannya, bantu anak mencari penyebabnya, kemudian cari bersama pemecahannya. Hal semacam itu membantu anak belajar berpikir logis dalam mengatasi masalah emosinya.
* Melihat masalah dari sudut pandang anak. Kalau orangtua sungguh-sungguh mendengarkan dan berempati terhadap anak, maka dapat memahami alasan tindakannya. Saat Anda paham betul perasaan si kecil, Anda mungkin sekali tidak akan ikut-ikutan marah.
* Minimalkan masalah. Saat si kecil merasa jengkel karena gagal menyusun balok menjadi bentuk gedung yang dia inginkan, Anda dapat menunjukkan penyebab kegagalannya.
* Berikan batasan untuk memberi bimbingan dan rasa aman kepada anak. Menetapkan batasan dapat dikombinasi dengan waktu bermain bersama anak, khususnya ketika anak menunjukkan perilaku buruk.
(Republika)

Outbound Bisa Cerdaskan Anak

Akhir-akhir ini, kegiatan di alam terbuka atau yang sering dikenal dengan istilah outbound banyak diminati berbagai kalangan. Baik oleh karyawan di perusahaan, LSM, maupun sekolah-sekolah. Tidak hanya di sekolah menengah, bahkan anak-anak usia TK pun sudah diajak melakukan aktivitas semacam ini.

Di lokasi outbound ini tersedia media belajar alami yang lengkap dengan ukuran yang proposional untuk anak-anak TK meliputi hutan tropis, danau, sungai , kolam ikan, stasiun klimatologi, pembibitan ulat sutra dan tentunya kampung kecil yang bersih dan nyaman.

Desain aktivitasnya divariasikan sedemikian rupa sehingga seluruh aspek pembelajaran tercakup, meliputi permainan ice breaking, permainan kompetisi antar kelompok, pengembangan motorik anak secara individual, pengenalan unsur alam sekitar dan lain-lain. Kesemuanya dikemas dalam suasana yang fun khas anak-anak. Aktivitas semacam ini merupakan pengembangan seluruh potensi kecerdasan anak yang disebutkan dalam multiple intelligence (kecerdasan jamak).

Menurut Thomas Amstrong PhD dalam bukunya yang berjudul Setiap Anak Cerdas!, ada dalam diri seorang anak dapat dikembangkan 8 kecerdasan yang meliputi kecerdasan linguistic, logis-matematis, spasial, kinestetik-jasmani, musical, antarpribadi, intrapribadi dan natural. Kedelapan kecerdasan ini satu sama lain tidak ada yang bisa dikatakan lebih unggul dibandingkan dengan yang lain.

Metode pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kecerdasan jamak seperti ini adalah Metode Pembelajaran Tematik. Dengan mengambil suatu tema tertentu, keseluruhan jenis kecerdasan akan diasah dan dikembangkan. Kegiatan outbound menjadi salah satu tema yang menarik untuk dipilih adalah sebagai metode belajar.

Ketika murid-murid TK tersebut di atas mengikuti outbound, rangkaian kegiatan merupakan implementasi pengembangan multiple intelligence yang lengkap. Pada awal kegiatan, anak-anak diajak untuk melakukan kegiatan ice breaking terlebih dahulu. Contohnya adalah permainan membentuk huruf-huruf dengan badannya merupakan suatu bentuk melatih kecerdasan linguistic.

Kecerdasan logis matematis dilatih dengan permainan menangkap ikan di kolam dan menghitung jumlah ikan yang ditangkap. Permaianan soft orienteering dilakukan dengan cara anak-anak diminta mengikuti tanda arah panah untuk mencapai suatu tujuan tertentu, akan mengasah kecerdasan spasial.

Untuk menumbuhkan kecerdasan kinestetik jasmani, berbagai permainan dilakukan seperti misalnya panjat jaring, meniti tali, flying fox, merayap, berayun bak tarzan, dan small climbing. Sedangkan kecerdasan musical dilatihkan ketika sedang hiking, anak-anak diajak menyanyikan lagu yang sesuai misalnya lagu naik-naik ke puncak gunung atau menanam jagung.

Pada kegiatan outbound, permainan tidak hanya dilakukan secara pribadi tetapi juga kelompok. Ada permainan kompetitif yang seru dan membuat anak saling membentuk kerjasama kelompok. Contoh-contoh permainan kompetisi yang dilakukan seperti transfer bola, busa berjalan dan karpet terbang akan menumbuhkan kecerdasan antarpribadi dari anak-anak.

Di sela-sela aktivitas yang menguras tenaga, anak-anak diminta untuk membuat kolase dengan menggunakan bahan-bahan dari alam sekitar. Kegiatan ini akan membuat anak memahami betapa beragamnya ciptaan Tuhan di tengah lingkungan yang alami. Pada jenis kecerdasan yang disebut oleh Thomas Amstrong sebagai kecerdasan natural, tentu saja ini adalah the last but not the least at all. Karena alam terbuka itu sediri merupakan media belajar. Ketika anak-anak berinteraksi langsung dengan tanah, air, daun, dan ikan adalah saat yang tepat bagi anak-anak lebih mengenali dan menghayati alam melalui seluruh panca inderanya.
(Republika)

Minggu, 03 Agustus 2008

Manfaat minuman isotonik

Beragam merek minuman isotonik dapat ditemui di pasaran bebas dengan harga yang cukup terjangkau. Berdasarkan pengalaman banyak khasiat yang ditimbulkan dengan mengkonsumsi minuman isotonik ini terutama untuk memulihkan tenaga setelah beraktivitas.

Bagi ibu hamil yang sering merasakan keram kaki dapat dikurangi dengan mengkonsumsi minuman ini sesering mungkin, selain itu sangat efektif untuk penderita diare dan demam berdarah.

Dibalik manfaat tersebut, bagi yang mempunyai gangguan lambung minuman ini tidak cocok untuk dikonsumsi.

Bila si kecil demam

Anak dikatakan demam bila suhu tubuhnya lebih dari 38ÂșC, tindakan yang dilakukan adalah:

- Kompres anak dengan air hangat;
handuk yang telah dibasahi air hangat diletakkan di dahi, ketiak dan selangkangan, ini cara yang lebih efektif untuk cepat menurunkan panas. Selain itu ada cara tradisional yang dapat dilakukan untuk menurunkan demam anak yaitu dengan kompres buah belimbing sayur dan bawang merah yang diremas-remas hingga hancur.

- Minum sebanyak-banyaknya
susu, jus buah, air putih dll dengan catatan bukan minuman dingin/es dan lebih baik jika minuman hangat, ini dapat memacu pengeluaran panas melalui urine.

- Berikan anak pakaian yang tipis
Jangan dibiarkan anak memakai baju atau selimut tebal karena tindakan ini tidak mempercepat turun panas dan bila ingin anak diselimuti berikan anak selimut yang tipis.

- Minum obat penurun panas
Obat penurun panas banyak dijual bebas.

- Suhu Kamar
Suhu kamar tempat anak ditidurkan sebaiknya jangan terlalu panas yaitu dengan cara menghidupkan kipas, ac ini dapat mempercepat penurunan demam anak.

Selasa, 08 Juli 2008

Baby Massage


Preparation

Choose a moment in which you and your child are relaxed and calm. A half hour after the baby has eaten is recommended.

Be sure that the room temperature is warm (78 degrees Fahrenheit). Undress the baby completely, if the weather is cold or humid cover the areas of the baby's body that are not being massaged.

Put the baby on a soft surface so your baby will feel comfortable and secure. Keep some little pillows handy.

It is a good idea to put some cream on your hands and rub them together so they will be soft and warm.

Basically the massage flows from the head to the toes. With soft and gentle touches you will work on the head, face, shoulders, arms, chest, stomach and legs.

While you massage your baby look tenderly at him/her. Doing this you stimulate all the senses of the baby and establish a more intense visual and tactile communication. Feel free to speak to your baby, do not inhibit yourself.

Remember that your touches should be tender do not make mechanic motions. Try to be flexible by not keeping a rigid routine.

If the baby wants to change position let them do so. Do not force your baby to keep a position, you can go back to these areas later on.

Technique

Pressure to use:
Close your eyes and press your eyelids. The pressure you should use is the same as pressing your eyelids without any discomfort.
In the small areas use your fingertips. In bigger areas use the palm of your hand. "Little strokes" mean to touch your baby's skin gently and "massage" is to softly move the muscles under the skin.

Step by Step Description
The head:
Touch the forehead, temples and the base of the cranium
Eyebrows and eyelids
Nose
Cheeks
The area around the mouth
Ears and surrounding area

Jaws:
The frontal part of the neck
(Remember doing this very gently)
Make small strokes and massage the posterior part of the neck with slow movements down to the shoulders.
Softly put both hands on his/her shoulders. Caress the baby from the neck to the shoulders in the direction of his chest.

Shoulders and arms:
Form a ring with your fingers and thumb around your child's arm. Begin to caress around the armpit and then go down along the arm. Be very careful when you arrive at the elbow, it is a very sensitive region. In the wrist you can gently practice turning motions using. Remember to take great care with all these motions.

Stomach:
Massage the stomach in a circular way (the genitalia area is excluded from the massage). Caress the abdomen moving your hands clockwise beginning below the ribs.

Legs:
Caress each leg with your whole hand, press gently on the thighs. Slightly flex the legs and knees pressing the thighs gently against the body.
Heels and feet:
A foot massage is very relaxing. Begin by putting a soft pressure on each toe, then the foot and return to the toes again. Sometimes a foot massage can help reduce stomach pain. Caress gently all the toes. Apply circular movements at the heels.

Back:
Turn your baby around.
Begin with large and slow movements that include head, neck, back and legs always in one direction.
Give your baby soft strokes on the shoulders and back and massaging with your fingertips with circular movements. Do not massage the spinal cord, only put your hands over it and let the baby feel the warm sensation. You can even make small circular movements on your baby's back.
Put your hands at the top of the legs and begin gently caressing while working your way down towards the foot.

When you arrive to the feet start again from the top. With soft and slow movements finish the massage starting once again at the head and back to the toes.

REMEMBER:

* Repeat these exercises when you want to have a few special moments with your
baby.
* Do them when you have adequate time for you and your child.
* Do not feel impatient if the baby does not cooperate...simply try again later.

Finally: There are many ways to express your love, this is ONLY ONE of them...